Imunisasi Dasar Diberikan Untuk Mencegah Penyakit

13 November 2018 - Kategori Blog

Imunisasi Dasar Diberikan Untuk Mencegah Penyakit

Saat ini anak- anak Indonesia banyak yang masih belum mendapatkan imunisasi secara lengkap atau bahkan tidak pernah mendapatkan imunisasi sejak lahir. Padahal Imunisasi Dasar Diberikan Untuk Mencegah Penyakit yang bisa masuk ke dalam tubuh anak akibat tidak adanya kekebalan anak terhadap penyakit tersebut. Sejak 2014-2016 menurut Data dari Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kemenkes RI menunjukkan , terdapat sekitar 1,7 juta anak belum mendapatkan imunisasi atau belum lengkap status imunisasinya.

Imunisasi adalah program yang dengan sengaja memasukan antigen lemah sehingga mengeluarkan antibodi sehingga tubuh resisten terhadap suatu penyakit tertentu. Imunisasi dasar lengkap kini berganti menjadi imunisasi rutin lengkap. Imunisasi rutin lengkap terdiri dari imunisasi dasar dan lanjutan. Imunisasi lanjutan diperlukan untuk mempertahankan tingkat kekebalan tubuh anak yang optimal. Pemberian imunisasi disesuaikan dengan usia anak.

Untuk imunisasi dasar lengkap :

  • bayi berusia kurang dari 24 jam diberikan imunisasi Hepatitis B (HB-0),
  • usia 1 bulan diberikan (BCG dan Polio 1),
  • usia 2 bulan diberikan (DPT-HB-Hib 1 dan Polio 2),
  • usia 3 bulan diberikan (DPT-HB-Hib 2 dan Polio 3),
  • usia 4 bulan diberikan (DPT-HB-Hib 3, Polio 4 dan IPV atau Polio suntik),
  • dan usia 9 bulan diberikan (Campak atau MR).Untuk imunisasi lanjutan :
  • usia 18 bulan diberikan imunisasi (DPT-HB-Hib dan Campak/MR),
  • kelas 1 SD/sederajat diberikan (DT dan Campak/MR),
  • kelas 2 dan 5 SD/sederajat diberikan (Td).Imunisasi dilakukan dengan pemberian vaksin. Jenis vaksin yang diberikan saat imunisasi  adalah:
  • Vaksin Hepatitis B (HB) , diberikan untuk mencegah penyakit Hepatitis B yang dapat menyebabkan pengerasan hati yang berujung pada kegagalan fungsi hati dan kanker hati.
  • Vaksin BCG diberikan guna mencegah penyakit penyakit TB (tuberkulosis) yang disebabkan oleh bakteri Mycrobacterium tuberculosis. Vaksin ini bisa diberikan sejak bayi baru lahir, namun lebih efektif diberikan saat bayi berusia 1-2 bulan. Vaksin BCG diberikan sekali saja dan tak perlu diulang karena antibodi akan penyakit TB akan terus ada seumur hidup.
  • Vaksin Polio  berfungsi untuk mencegah penyakit polio yang bisa diderita anak. Imunisasi wajib untuk anak ini diberikan dengan cara disuntikan atau  melalui mulut. Di Indonesia, sebagian besar pemberian imunisasi polio masih dilakukan secara oral. Diberikan secara berkala sebanyak 3 kali, yaitu pada suntikan pertama diberikan pada 12 jam setelah kelahiran, suntikan kedua saat usia 1 bulan, dan suntikan ketiga di usia 6 bulan. Disarankan, jarak antara pemberian pertama dengan kedua minimal 4 minggu
  • Vaksin Campak diberikan untuk mencegah penyakit campak yang dapat mengakibatkan radang paru berat (pneumonia), diare atau menyerang otak. Diberikan sebanyak 2 kali, yaitu pada usia 9 bulan dan 6 tahun. Apabila sampai usia 12 bulan bayi belum mendapatkan imunisasi campak, maka direkomendasikan untuk imunisasi MMR (Measles, Mumps, Rubella) di usia 15 bulan.
    Rubella pada anak merupakan penyakit ringan, namun apabila menular ke ibu hamil, terutama pada periode awal kehamilannya, dapat berakibat pada keguguran atau bayi yang dilahirkan menderita cacat bawaan, seperti tuli, katarak, dan gangguan jantung bawaan.
  • Vaksin DPT-HB-HIB diberikan guna mencegah 6 penyakit, yakni Difteri, Pertusis, Tetanus, Hepatitis B, serta Pneumonia (radang paru) dan Meningitis (radang selaput otak) yang disebabkan infeksi kuman Hib.

Pada dasarnya Imunisasi Dasar Diberikan Untuk Mencegah Penyakit agar anak- anak kita tumbuh sehat dan terbebas dari berbagai penyakit yang membahayakan jiwanya.

 

Informasi tentang kebutuhan ibu dan bayi KLIK DISINI

 

 

 
Chat via Whatsapp