Stunting Pada Anak Harus Dicegah Sejak Dini

13 November 2018 - Kategori Blog

Anak ibu gemuk ya? pipinya tembem, pasti gizinya bagus.  Itu yang biasa ditanyakan orang dan menjadi indikator seorang anak tercukupi nutrisinya atau tidak, padahal tinggi badan tak kalah penting untuk dipantau.  Stunting Pada Anak Harus Dicegah Sejak Dini karena ini adalah salah satu masalah pertumbuhan anak.

Tahukah ibu, secara global 1 dari 4 balita mengalami Stunting. Bahkan menurut data Pemantauan Status Gizi 2015 (Kemenkes RI), terdapat 29% balita di Indonesia mengalami stunting. Lalu, apa itu stunting?

Stunting adalah gangguan pertumbuhan pada anak yang menyebabkan anak lebih pendek ketimbang teman-teman seusianya. Menurut IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) Stunting atau perawakan kecil adalah  gangguan pertumbuhan yang sebagian besar disebabkan oleh masalah nutrisi. Banyak yang tidak tahu kalau anak pendek adalah tanda masalah pertumbuhan pada si kecil.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa 20% kejadian stunting sudah terjadi ketika bayi masih berada di dalam kandungan. Stunting disebabkan oleh faktor lingkungan dan genetik. Faktor lingkungan disebabkan antara lain oleh: gizi ibu, pola pemberian makan kepada anak, kebersihan lingkungan, dan angka kejadian infeksi pada anak. Namun, sebagian besar penyebab stunting adalah masalah  kekurangan nutrisi.

Dampak stunting pada anak:

  1. gangguan perkembangan
  2. penurunan fungsi kognitif
  3. penurunan fungsi imunitas
  4. penurunan potensi kualitas belajar
  5. rentan terkena obesitas, penyakit jantung, diabetes dan hipertensi
  6. penurunan produktivitas

Periode kritis terjadinya gangguan pertumbuhan dapat terjadi pada awal kehamilan sampai anak berusia dua tahun (periode 1000 Hari Pertama Kehidupan). Pada periode seribu hari pertama kehidupan inilah, sangat penting untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan anak secara berkala.

Apa yang harus dilakukan ibu untuk mencegah stunting?​

  1. Masa kehamilan. Bagi ibu hamil, sebaiknya memeriksa kehamilan secara teratur, menghindari asap rokok dan memenuhi nutrisi kehamilan dengan menu sehat seimbang, asupan zat besi, asam folat dan yodium yang cukup.
  2. Rutin memeriksakan diri ke dokter atau tempat pelayanan kesehatan lainnya untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan anak.
  3. Memberikan ASI eksklusif sampai anak berusia 6 bulan dan pemberian MPASI yang memadai
  4. Mengikuti program imunisasi terutama imunisasi dasar.

Stunting Pada Anak Harus Dicegah Sejak Dini karena jika sudah terkena stunting maka sulit untuk bisa kembali. Maka periode 1000 Hari Pertama Kehidupan menjadi masa yang sangat penting untuk pencegahan stunting pada anak. Jika angka stunting dapat diturunkan, maka pertumbuhan ekonomi dapat ditingkatkan.

Informasi mengenai kebutuhan ibu dan bayi KLIK DISINI

 
Chat via Whatsapp